Minggu, 13 Desember 2015

Ladang Jembalang

Rp 40.000

Tim Kurator
Nanda A. Rahmah | Azhar Bashir | Pratino Aditya Tama 
Jazi Jannati | Galuh A. Hapsari | Izzatul Bannat | Muhammad Hassan
Pembimbing: Adi Setijowati
Pelaksana: 
Mahasiswa Kelas Penulisan Puisi; Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya; 
Universitas Airlangga Angkatan 2011
ISBN: 978-602-14249-2-6
CUPLIKAN SALAH SATU PUISI:
Serdadu 8 Bulu Ayam
(Untuk Sia Perjuangan Silam)
Aku adalah serdadu di medan perang
Duduk di depan Panser Anoa dengan dentum irama desing peluru di malam yang senyap menghantam pandangan ke depan.
Aku bukanlah Diponegoro atau Soekarno
Aku hanyalah Rachmat Djoko Pradopo tentara bersenjatakan 8 bulu ayam.
Jikalau ini adalah malam klimaks dari peperangan.
Kan kubacakan sajak-sajak kematian
Kubangkitkan semua mayat yang telah tumbang dalam sia perjuangan
Lalu
Kuhidangkan minuman penutup kelam untuk menghangatkan kalam yang terpendam.
Kuseduh mesiu dengan hangat Hydrogen Cyanide, lalu lengkaplah sudah dengan sulutan api rokok membakar mulut yang bungkam dalam petang yang berbinar.
Jikalau masa mendatang nampak Zartan yang menjadi Presiden
Mungkin benar kita beruntung enyah dalam waktu sekarang.
Terbakar hangus abu menjadi serbuk perdamaian.
Waktu sekarang, hanyalah sia perjuangan
Bom waktu yang ditanam
Dituai dalam maklum yang membungkam pikiran telanjang
Sampai nanti, di pucuk senja yang memetang
Tak ada lagi terang yang berpijar
Selaput mata akan bungkam dalam kebodohan
Rintik hujan akan mengiring lantunan sajak kematian.
Ruang Meraih Mimpi2013, Pratino Aditya Tama

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar