Minggu, 13 Desember 2015

Satu Sajak Merah Muda

Rp 35.000
Penulis: Muchlis Darma Putra
ISBN: 978-602-14249-0-2
TESTIMONI:
Puisi sebagai reinkarnasi bahasa atau samsara bahasa—pada kelahirannya kembali—tidak terlepas dari proses atau ritus suasana baik-buruk yang mempengaruhi rasa imajinatif pengkarya ciptanya. Dalam pengertian, melalui puisi, penyair berusaha menghidupkan imaji tersembunyi ke dalam tubuh “bahasa”. Tubuh bahasa dari bayangan diri, baik bayangan diri penyairnya maupun bayangan diri penikmat bacanya—yang sudah menyatu pada bayangan puisi itu sendiri! Maka, jadilah bayangan di antara bayangan; diri membayang pada puisi dan puisi membayang pada diri. Dan puisi yang baik, adalah puisi yang ditulis dengan penuh ketulusan, serta tetap mengacu pada estetika moral, sehingga nantinya bisa memberi pencerahan positif dan atau bisa menciptakan pola pikir baru yang baik bagi pencipta maupun apresiator yang membacanya. Dan dalam hal ini, saya menemukan saripati sunyi yang baik itu dari 51 puisi karya penulis muda sarat talenta, Muchlis Darma Putra, yang terkumpul dalam SATU SAJAK MERAH MUDA.
Salam lifespirit!
IMRON TOHARI Budayawan
Saya senang dengan puisi Muchlis Darma Putra. Salam tulus, menulis terus, asah bakat yang sudah kentara.
AHMAD KHAMAL ABDULLAH
Budayawan
Puisi Muchlis Darma Putra menggaris-bawahi semangat untuk memahami dan dipahami. Karyanya adalah bukti kehadiran dirinya di alam semesta. Dengan kata-kata, ia mengumpulkan kekuatan untuk memainkan perannya secara pribadi dalam ikut mengolah kehidupan ini”.
EKA BUDIANTA
Budayawan
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar