Minggu, 03 Januari 2016

Ketika Pesan Langit Membumi di Hati

Rp 50.000

Penulis: Muhammad Solehan 
ISBN: 978-602-1203-99-6
Sinopsis:
“Pesan langit tersurat dalam lembaran, ia juga tersirat dalam setiap kejadian. Sebagai kado dari Sang Penggengam Kehidupan. Agar setiap insan mengenal kebesaran Tuhan, ia kado yang di dalamnya penuh pelajaran, penuh kebaikan dan kemuliaan, untuk kemudian ditanamkan di hati hamba-hamba-Nya yang beriman. Ketika pesan langit membumi di hati, pesan tak hanya basah dalam lisan,
nasihat tak hanya berhenti dalam perkataan, hikmah tak hanya disampaikan dalam ucapan
Ada tindakan sebelum membagikan, ada teladan sebelum menyampaikan,
Atau paling tidak, berbagi sembari memperbaiki diri. Dengan hati bening, kita mampu membeningkan hati orang lain. Karena pesan yang disampaikan dari hati, diteriakkan oleh nurani yang ditembus cahaya Ilahi, pesan tersebut akan pula masuk di kedalaman nurani. Bernafas dalam perkataan, serta hidup di setiap tindakan
Pesan yang disampaikan dari lisan, akan singgah hanya di pendengaran.
Oleh karena itu, ‘hati’kanlah lisanmu, ‘hati’kan lakumu
Di sanalah perubahan diri akan menjamu.”
***
“KETIKA PESAN LANGIT MEMBUMI DI HATI”. Pesan lagit berisikan kebaikan, namun banyak orang tak membumikannya dalam hati. Maka dari itu, pesannya lewat begitu saja. tak berbekas dalam perkataan dan perbuatan. Padahal, mengikat pesan langit adalah dengan menjadi ‘Pelaku’. Di mana pun, kapan pun, dan dalam kondisi apa pun.
Begitu banyak sekali kini orang berilmu, namun tak menjadi pelaku. Tak sedikit pula penceramah berbicara ajaran tanpa melakukan. Begitu subur pendakwah dilahirkan, namun begitu tandus teladan. Inilah yang menjadikan pesan langit tak membumi di hati. Karena penyampai pesan langit bukan menjadi pelaku nyata, karena penyampai pesan mulia sekadar melisankannya saja, karena penyampai pesan syorga sekadar bersuara, tak ayal jika pesan tersebut seperti angin yang berhembus, tanpa perubahan. Sampai-sampai Allah sindir dalam kalam-Nya, “Wahai orang-orang yang beriman, mengapa engkau mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” 
Bersama buku ini, penulis mengajak pembaca untuk tak henti berbenah diri bersama. Dalam balutan kisah, semoga buku ini semakin mendekatkan kita pada pemahaman yang cerah, hingga berbuah langkah, menjemput senyum yang merekah bersama turunnya barakah.


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar