Senin, 18 April 2016

TKW Mencari Surga


Rp 45.000

Penulis:
Asa Suzhanty dan Abd Azis Ana
ISBN:
978-602-6757-17-3
Sinopsis:

Fatma sangat berharap bisa kuliah selepas lulus dari pesantren. Namun rencana kedua orangtuanya—menjodohkannya dengan Farhan—membuat harapan itu hilang arah. Seandainya ia punya pilihan lain, mestinya ia akan menolak lamaran anak sematawayang Pak Kades itu. Pilihan satu-satunya ia harus menerima keputusan bapaknya. 
Saat prosesi lamaran, Fatma mengajukan satu permintaan agar diizinkan kuliah sambil mengurus sang suami. Farhan setuju, juga ayahnya—Pak Komar. Tapi keadaan setelah menikah membuat Farhan beserta keluarganya ingkar. Mereka mendesak Fatma agar cepat-cepat hamil daripada sibuk mengurus kuliah yang mereka anggap tidak penting. Karena hal itu, Fatma harus mengubur dalam-dalam mimpinya untuk kuliah. 
Hari-hari selanjutnya, Fatma pun lebih perhatian memikirkan kehamilannya. Namun, takdir Tuhan berkata lain. Kehamilan yang ia nantikan tak kunjung datang. Sementara itu desas-desus tentang kemandulannya semakin berkembang menjadi buah bibir di kalangan tetangga. Juga sikap Farhan tiba-tiba berubah—saat pernikahan menginjak usia satu tahun—Farhan jadi sering berkata kasar kepada Fatma, bahkan ia jadi malas pulang dari tempat kerja setelah berkenalan dengan seorang gadis bernama Mira. 
Kecantikan Mira benar-benar telah menghipnotis pikiran Farhan untuk melupakan Fatma. Dalam waktu singkat, Farhan dan Mira menjadi dekat. Sangat dekat. Sampai-sampai kenyataan pahit harus diterima oleh Fatma akibat hubungan mereka. Mira Hamil. Mira meminta Farhan untuk bertanggungjawab atas anaknya. Karena tidak mau dimadu, pernikahan Fatma dan Farhan berakhir di meja perceraian. 
Belum rampung Fatma menata hati selepas perceraiannya dengan Farhan—karena keadaan ekonomi keluarganya semakin memburuk—ia memutuskan untuk berangkat menjadi TKW ke Saudi. Kehidupannya sebagai TKW di Saudi tak seindah bayangannya. Setiap hari ia menerima siksa Madam Wafa, bahkan nyaris diperkosa oleh Baba Khalid. Atas bantuan Hasan, supir sang majikan, ia berhasil kabur ke Makkah. 
Di Makkah, Fatma bertemu dengan Rahma dan Olis yang kemudian membawanya ke penampungan TKW ilegal. Di sana ia dikenalkan dengan Mang Dadang, seorang calo pencari pekerjaan untuk TKW ilegal. Melalui Mang Dadang, ia bisa bekerja selama beberapa bulan sebelum Madam Wafa dan Baba Khalid memergokinya sedang bekerja di rumah kerabat mereka. Ia langsung diseret ke kantor polisi. Di sana, Fatma harus berjuang menyangkal fitnah dan tuduhan-tuduhan sang mantan majikan padanya. Kalau gagal, tak tanggung-tanggung, ia akan menerima hukuman cambuk. Sanggupkah Fatma meyakinkan polisi atas ketidakbersalahannya? 
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar