Rabu, 22 Juni 2016

Gelorakan Hati Dengan Cinta




Cuplikan Cerita:
Ibarat terjebak dalam suatu sudut ruangan, aku mati langkah. Tak bisa keluar dan hanya menunggu waktu saja. Sekiranya ada jalan keluar, aku pasti akan berlari menujunya dan keluar dari jebakan yang telah menjeratku. Tapi apa daya, aku hanya bisa menunggu, tanpa bisa berlari. 
Antara Dermaga dan Ocean Point —WAHYU SAPTA 
Lembayung senja yang merona jingga di ambang sore telah berganti malam yang yang sunyi. Dewi malam ditemani taburan bintang di langit membiaskan sinarnya menerangi semesta kala malam tiba. Di keheningan malam ini, aku duduk terpaku di kursi kamar yang mengarah ke jendela, memandang keindahan malam bertabur kerlap-kerlip bintang sebagai lukisan karya agung sang Maha Pencipta. Dalam kesendirianku berteman dengan sepi dan angin malam, kubuka lembaran buku harian yang ada dalam genggaman tanganku. Buku harian yang telah banyak menyimpan dengan rapi sepenggal kisah hidupku, baik kisah sedih ataupun kisah yang membahagiakan. Buku yang selama ini setia menemani dan menjadi sahabat baik sehingga membuatku merasa tenang setelah menuangkan dengan goresan pena sepenggal kisah kehidupanku di dalam buku harian. 
Sepenggal Kisah Cinta Dalam Buku Harian —IRMA MUTIARA SARI 
Mencintaimu memang menyakitkan, sangat menyakitkan. Menunggumu merasakan apa yang aku rasakan, lelah, bosan, sudah terlalu sering aku merasakannya. Aku hanya ingin kamu melihatku, melihat rasaku. Bahkan, aku sadar bahwa kita pada posisi yang sama. Mencintai orang yang mencintai orang lain. 
Tak Terlihat —REYDEA NUR ISTYA SEPTIANA
Penulis: Semesta Aksara
ISBN: 978-602-6757-25-8
Harga: Rp 35.000,-
Order: Klik
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar